Kamis, 18 Juni 2015



HUKUM BERNOULLI

HAY GUYS....tentunya kalian tidak asing lagi ketika mendengar Hukum Bernoulli ? yups...benar sekali...hukum bernoulli dicetuskan oleh Daniel Bernoulli seorang ahli fisika dan  metematika Swiss ( 1700-1782). Pada kali ini saya tertarik untuk membahas hukum bernoulli karena saya agak sedikit lupa dengan hukum ini dengan mengulasnya kembali semoga bisa membuat saya tidak lupa dengan materi ini. Begitu juga dengan kalian....mari kita bahas bersama-sama ^^..


Tujuan        : Dalam bagian ini kita hanya akan mendiskusikan bagian cara berfikir Bernoulli sampai menemukan persamannya, kemudian menuliskan persamaan akan tetapi kita tidak akan menurunkan persamaan bornoulli secara matematis.
Pembahasan  :
Mari kita perhatikan gambar yang ada di bawah ini !

Gambar di atas menunjukkan sebuah pipa yang di aliri sejumlah fluida mengalir dar titik 1 ke titik 2. Pada gambar di atas menunjukkan :
  1. Titik 1 lebih rendah dari titik 2, dan ini berarti energi potensial fluida di 1 < energi potensial di 2 ( ingat, EP = mgh).
  2.   Luas penampang 1 > luas penampang 2 . menurut persamaan kontinuitas (Av = konstan), kecepatan fluida di 2 > 1, dan ini berarti bahwa energi kinetik fluida di 1 < 2 (ingat, EK = 1/2mv^2).
  3. Jumlah energi potensial dan energi kinetik = energi mekanik. Dengan demikian, energi mekanik 1< 2.
Jika energi mekanik di 1 < 2, bagaimana mungkin fluida pindah dari titik 1 ke titik 2 ? Bornoulli mengetahui tentang teorema usaha dan energi . menurut teorema ini, fluida dapat berpindah dari 1 ke 2. Usaha adalah gaya kali perpindahan Agar usaha positif, beda gaya Haruslah bernilai positif. Gaya adalah tekanan kali luas penampang (F = pA), sehingga agar beda gaya positif, harus positif. Dari sinilah Bornulli menemukan besaran ketiga yang berhubungan dengan usaha positif yang dilakukan fluida, yaitu tekanan p sehingga fluida dapat berpindah dari 1 ke 2 walaupun energi mekanaik di 1 < 2 .
Melalui penggunaan teorema usaha dan energi yang melibatkan besaran tekanan p (mewakili usaha), besaran kecepatan aliran fluida v (mewakili energi kinetik), dan besaran ketinggian terhadap suatu acuan h (mewakili energi potensial), akhirnya Bernoulli berhasil menurunkan persamaan yang menghubungkan ketiga besaran ini secara matematis yaitu :


 

jika diperhatikan !
  • mirip dengan energi kinetik
  • mirip dengan energi potensial EP = mgh
Ternyata  mirip dengan energi kinetik per satuan volum (ingat, ) dan  tak lain adalah energi potensial persatuan volum. Oleh karena itu, persamaan  di atas dapat kita nyatakan sebagai berikut :

Demikianlah pembahasan Hukum Bernoulli kali ini, smoga bermanfaat ^^ ......

Referensi  ;
Kanginan, Marthen. 2006. Fisika Untuk SMA Kelas XI Semester 2. Jakarta : Erlangga.